Minggu, 02 Maret 2014

Movies that you don't have to see, but might you regret if you do so

Jadi katanya beberapa teman selera film saya terlalu aneh - serius - banyak orang yang tidak menontonnya. Saya kira tidak juga saya masih nonton film Block buster Hollywood sih, saya juga nonton semua seri Twilight di bioskop. Kurang mainstream apa. Tapi ya apa boleh buat teman-teman saya sudah membuat stigma tentang saya demikian. Jadi saya mau mencoba mengenalkan kecenderungan tontonan film saya ke teman-teman sekalian. Semoga asoy (saya yakin si banyak juga orang yang nonton film-film ini). Seperti kata Nadine Freischlad Beyond the red carpet. memperluas horison istilah kerennya.

First stop

Black Cat White Cat (1998) Film Yugoslavia


Formula Siti Nurbaya: Orang tua gak kuat bayar utang: korbankan anak kandung sendiri untuk dikawinkan dengan kerabat juragannya.
 Nah, karena perjodohan ini sungguh amat sangat terpaksa dan tidak membahagiakan bagi kedua mempelai, mereka bertekad bekerja sama untuk kabur dan tidak menikah.
Film ini dihiasi adegan perampokan ala koboy dan intrik serupa film mafia.


Secara garis besar sih demikian, hal-hal yang mengganggu mungkin penggunaan kiasan yang kurang bisa dimengerti dan bahasa yang super asing. Tapi kadar komedinya bisa dinikmati semua orang kok. Bedanya gambarnya gak seyahud film jebolan Hollywood sih.


 Open Hearts (2002) Film Denmark



Pernah dengar Anggun nyanyi lagu judulnya Open Your Heart? Lagu itu soundtrack filmnya. Lirik lagunya sedikit banyak relevan dengan kisah film ini.

Jadi ada dua pasangan. Pasangan satu, si cowok kecelakan, lumpuh dari pinggang ke bawah. Pasangan ini berencana menikah, tetapi karena kecelakaan ini, mamasnya sadar kalau dia tak bisa membahagiakan mbaknya. Pasangan dua, suami istri dan sudah memiliki anak sedang berada di titik membosankan kehidupan perikahan mereka. Si suami merawat mamas kecelakaan dari pasangan pertama ini. Si suami dan kekasih pasiennya menjadi dekat dan yes they do fling - a serious one. Tragic, i do so.

Film ini bagi yang menyukai film-film buatan Hollywood mungkin unflattering ya, soalnya menggunakan Dogme 95 punyanya Lars von Trier. Tapi semua tokoh dalam film ini sangat manusiawi. Jadi familier bagi semua orang (saya rasa)


Requiem for a Dream (2000) film Amerika Serikat



Film ini pasti sering masuk daftar film paling 'mengganggu' (disturbing) membuat risi? Entah yang jelas film ini memang bikin hiiiiiiiiiiiiiiiyyyyy gitu. Tapi bukan karena banyak adegan darah bermuncratan atau ekpos parafilia berlebihan. Lebih ke tingkat adiksi manusia yang sangat bikin risi dan mencengangkan.

Ada empat subjek di film ini. Keempat tokoh ini memiliki adiksinya masing-masing dan akibat-akibat yang harus mereka bayar akibat adiksinya ini. Saya pernah mengulas film ini di sini.



Napoleon Dynamite (2004) film Amerika Serikat




Ini film MTV - so it's absolutely mainstream. Soal anak SMA yang di-bully dan punya teman yang sama nerd-nya dengan dia buat ukuran anak SMA Amerika Serikat (seenggaknya di acara-acara televisi atau film remaja).
Doodling makhluk-makhluk fantasi untuk lari dari kenyataan. Kalo sekarang si kita larinya ke jejaring sosial, untuk menampik kenyataan.



My Blueberry Night (2007) film Amerika Serikat



Film ini sesungguhnya blasteran, distributornya Amerika Serikat, Sutradaranya orang Hong Kong, sinematografernya orang Prancis-Iran, aktor aktrisnya dari Amerika Serikat dan Inggris.

Filmnya sendu. Menceritakan tentang pencarian cinta dan kebahagiaan. tsaaahhh...


4 Months, 3 Weeks, and 2 Days (2007) film Romania

Setting film ini tahun 1987. Waktu itu di Romania ada suatu rezim yang mengilegalkan aborsi. Sedangkan salah satu tokoh utama film ini berupaya aborsi karena ia masih kuliah dan belum siap menikah. Dirancanglah prosesi aborsi dengan seorang dokter yang bersedia membantu aborsi secara sembunyi-sembunyi. Ternyata dokternya bejat juga. Jadilah nasib si perempuan hamil dan temannya yang membantu proses itu harus membayar sangat mahal untuk masalah pelanggaran hukum ini.

menegangkan dan pilu. Film ini, yah ditonton lah ya sungguh.



 Mary and Max (2009) film Australia


Animasi stop motion dari clay ini mengingatkan kita kalau film kartun itu gak selalu dari Amerika dan bernada ceria. Film ini dibuat hitam putih dan bercerita tentang persahabatan.

Ada anak perempuan jadi sahabat pena laki-laki dengan asperger yang tinggal sendirian. Bertahun-tahun mereka berkorespondensi. Mereka berupaya memahami diri mereka sendiri, memahami satu sama lain, dan memahami kehidupan yang mengitari mereka, ceile. Dan mereka sadar kadang apa yang dianggap baik sama satu orang belum tentu baik buat orang lain. Dan betapa hal-hal baik dari seseorang bisa berdampak besar bagi kehidupan orang lain.

 
We Have a Pope (2011) film Italia


Film drama. Menyangkut kehidupan para pengurus gereja katolik vatikan. Dan menyinggung kehidupan para kardinal yang menjadi calon pemimpin tertinggi umat katolik itu. Ada seorang kardinal yang sesungguhnya tidak ingin menjadi Paus tapi beliau terpilih. Panik. Di hari penobatan dia menolak disahkan menjadi Paus. Pihak vatikan berinisiatif menyewa psikoanalis untuk membantu Paus yang belum resmi ini untuk mengatasi kepanikannya. Si calon Paus bukannya menjadi tenang, kepanikannya makin menjadi, beliau kabur dan menyaru menjadi warga biasa. Bagaimana para kardinal vatikan menangani konflik, bagaimana seseorang memikirkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan golongan. Segala simpati akan bermunculan dari para penonton untuk sang calon Paus yang merana ini.



Pintu Terlarang (2009) film Indonesia



Dari sutradara yang sama yang membuat Janji Joni seharusnya si film ini mainstrem, iya enggak? Tapi penonton bioskop berkata lain, saya nonton di bioskop bersama sekitar 8 orang lain di dalam teater pada waktu itu.

Film ini diinspirasi dari novel karya Sekar Ayu Asmara dengan judul sama. Kisahnya tentang pematung beristri cantik tapi freak. Freak bagaimana, masa untuk membuktikan bahwa dia sangat mencintai suaminya dan hanya suaminya satu-satunya yang terhebat dia tidur dengan orang-orang lain. Eww, kompleks banget. Lebih lagi, bahkan si tokoh sendiri (dan bahkan penonton) dibingungkan, sesungguhnya kisah si pematung dengan istri cantik ini benar adanya atau hanya khayalan.


A Clockwork Orange (1971) film Inggris-Amerika Serikat



film jadul, tapi settingnya bagus banget.

cerita tentang segerombolan laki-laki bengal yang kerjanya mukulin orang. Suatu hari mereka menjarah rumah seorang penulis, bahkan memperkosa tuan rumah juga. Namun, akhirnya si ketua geng ketangkep polisi. Polisi memberi dia pilihan, hukuman berat atau dibebaskan tapi dengan syarat menjadi kelinci percobaan penelitian. Dia memilih yang kedua. Penelitiannya ini semacam cuci otak agar membenci kekerasan. Efektif, tapi bikin si ketua geng jadi kayak orang depresi.

Film ini dari novel juga si, masi belum menemukan terjemahan bahasa Indonesianya nih.


Never Let Me Go (2010) film Inggris



Film dari novel lagi. Distopia kali ini. Ketika pemerintah mengkloning sejumlah manusia yang disiapkan untuk urusan medis orang lain. Jadi ada sekelompok anak yang di karantina semacam asrama. Disekolahkan dan disiapkan fisik yang bugar buat mereka. Karena pada saat mereka dewasa, organ-organ dalam mereka akan didonorkan kepada orang yang membutuhkan. Duh tragis sekali ya. Tapi ada cerita cinta segitiga juga. Harus dong. Menyemarakkan suasana


Sita Sings the Blues (2008) film Amerika Serikat


Cerita animatornya paralel dengan cerita Ramayana. Bedanya di sini Shinta nyanyi lagu blues dari penyanyi tahun 20-an. Film ini membuat penonton (saya si terutama) jadi sebel sama Rama yang posesif kompulsif dan mementingkan citra diri sendiri. Lalu ada Rahwana a.k.a Dasamuka, yang punya muka sepuluh berjejer ihihihihihi. Lucu-lucu tragis juga film ini.

Pemaknaan lain dari kisah Ramayana nih, lagipula kisah ini sangat familier buat masyarakat Indonesia kan.





to be continued





okeh, segitu dulu yah. Saya masih mengumpulkan ingatan dan memori nih he he...


Kamis, 23 Januari 2014

Teringat Charles Darwin

Teori evolusinya darwin - manusia keturunan kera. Bukan itu yang saya ingat. Bahwa suatu spesies yg mampu bertahan adalah yang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Sekarang saya sedang mengalaminya. Ini hari kerja. Di luar mendung dan gerimis mengundang - mengundang untu ngantuk. Microsoft Word seolah menyanyikan nina bobo, dan untuk mengusir rasa ngantuk saya mengulum permen mint. Tadinya di toples permen banyak berisi permen kopi. Lumayan sebagai sugesti pengusir kantuk. Nah, permen kopinya habis, saya mulai mengulum permen mint. Saya beradaptasi dengan lingkungan. Iya bukan? Kok saya merasanya begitu.

Lalu pikiran saya mulai menjalar ke lain hal. Tadinya di kantor saya internet lancar membuka berbagai situs media sosial pun tak apa. Lalu muncul wacana sesungguhnya segala media sosial akan diblokir saat jam kerja dan dibebaskan pada jam istirahat. Apa yang terjadi kemudian hari? Internet semakin tersendat, media sosial tak sedia dibuka, saat jam kerja MAUPUN jam istirahat. Sungguh saya dan teman-teman sekantor kecewa. Sekian bulan mengeluh sana sini tapi keadaan internet tetap lamban jaya begitu kami pun sudah menganggapnya biasa. Kami menjalani hari kerja dengan teratur. Pengelolaan kepenatanmu berbagai cara (sembunyi-sembunyi tentunya). Kami beradaptasi dengan lingkungan? bisa jadi.

Lalu saya ingat pula, ketika lebaran biasanya di rumah kita pasti banyak kue-kue kering. Punya kue kering favorit? Pasti habis lebih dulu. Yang tersisa adalah kue kue kering yg kurang kita minati. Lalu ibu saya pasti bilang "nanti juga abis". Yah karena kita ingin camilan dan kue yang kita inginkan sudah lenyap, ada baiknya kita beradaptasi dan memakan kue yang ada. Saya mulai berpikir Charles Darwin sungguh sakti.

Apa yang terjadi jika kita tidak beradaptasi dengan lingkungan? Kita tidak bisa bertahan. Jika saya bersikeras ingin mengulum permen kopi saya akan tenggelam dalam hasrat tak tersampaikan (duh). Dan jika saya dan teman-teman saya tidak merelakan jaringan internet yang lamban begitu, kami akan jadi makhluk pengelluh dan tak tahu bersyukur dan tidak kerasan kerja di kantor. Dan jika selepas lebaran kita tidak mengudap kue kue sisa kita seperti menyianyiakan berkah hari raya.

Charles Darwin itu hebat.
Mbah DARWIN


saya juga pernah mengalami beberapa kejadian seputar beradaptasi. Jamban di Indonesia kebanyakan jamban jongkok - lalu penetrasi budaya Barat mulai membawa jamban duduk ke negeri kita tercinta. Saya punya beberapa teman, yang tidak bisa menuntaskan jam biologisnya perihal bentuk jamban ini. Nah, sungguh jika kita tak bisa beradaptasi dengan lingkungan kita bisa menderita.

Perihal teknologi informasi pun demikian. banyak dari kita menggunakan teknologi informasi karena "semua teman kita menggunakan" "takut ketinggalan" benar-benar itu pula suatu bentuk adaptasi dengan lingkungan. Lalu  jika kita tak mampu, janganlah hilang akal, berdamai dengan keterbatasan juga sebuah bentuk adaptasi dengan lingkungan. :D

mungkin Charles Darwin dianggap legenda karena satu teorinya bisa diaplikasikan pada banyak kejadian dalam hidup kita. Atau ini hanya pikiran saya saja. Jangan terlalu dipikirkan.

Omong-omong, di film The Fall, Charles Darwin digambarkan ilmuwan nyentrik yang tergila-gila memetakan penyebaran kupu-kupu.
penampakannya di film, jubahnya kayak jubahnya di film MONONOKE HIME :3

Selasa, 07 Januari 2014

betrayal - retrival


I'm done with resolution, di hari keempat saya minum yang manis-manis lagi. Lalu saya memutuskan saya bukan manusia yang tepat untuk resolusi. Welcome 2014, dan perkenalkan saya gadis yang tak bisa beresolusi. I'm gonna do what i'm gonna do. As long as they don't harm any other living things.

Anyway, saya sedang menikmati memberkaskan ingatan akan hal-hal yang menyenangkan. Di tengah ketak-ketuk key board perangkat komputer di hari-hari kerja penuh bosan, saya mencari banyak hiburan. 2013, saya menikmati mereka semua ini.

What i hear, mostly

SARA BAREILLES.

i do hear ALL her songs, gradually last year. Pertama kali tau mbaknya ini dari serial Glee. Lagunya "Love Song" dinyanyikan Rachel-Quinn-Santana. Ternyata selain itu lagu-lagunya banyak yang keren.

Penyanyi Amerika yang awalnya merintis jalur indie di kafe, lalu sign in ke major label sekelas Epic, pasti hebat kan. Lagunya juga enak didengar, pas untuk santai-santai sambil mengerjakan teks apapun.

King of Anything-Uncharted-Fairytale-Gravity-Let the Rain-Brave-I Choose You-Morningside, banyak banget yang saya suka


Selain mbaknya yang di atas ini. Mereka empat musisi yang baru-baru ini saya dengarkan karyanya. Ada mbak Marina and the Diamonds (ini bukan nama band, tapi namanya sendiri yang dari bahasa Yunani Diamandis ditranslasi ke bahasa Inggris). Kenal penyanyi bohay Inggris ini juga dari serial Glee saat Brody-Rachel menyanyikan lagu ini. Suara dan gayanya yang unik bikin saya, jadi suka.

Lalu ada Lorde, gadis 16 tahun (sekarang 17) asal New Zealand ini aslinya bukan bernama Lorde, dy ingin tampil megah, soalnya dia suka sesuatu yang berbau monarki (katanya wiki). Kenal adek ini saat mendengar album soundtrack Catching Fire. Cover lagu Everybody Wants to Rule the World-nya bikin saya terngiang film Catching Fire terus. Lalu lagu Royal itu seru banget kalau dinyanyiin saat karaoke bareng teman-teman.

Mumford & Sons beraliran folk, mendengarkan band dari Iggris ini karena mbak Sara Bareilles pernah meng-cover Little Lion Man karyanya mereka. Mendengarkan ini seru aja, terngiang film-film Inggris bersetting jadul dengan gambar sepia.

Ada lagi mbak Ingrid Michaelson, belio ini temennya mbak Sara Bareilles. Mereka juga perneh duet di lagu Winter Song. Suara mbaknya renyah banget kayak kue bolu room butter :D dan lagunya yang The Way I Am itu, mau diputer berkali-kali juga gak akan bosan. Mbaknya masih berkeliaran di ranah indie nih belum sign in major label (kayaknya).



 What i read

i'm a slow reader last year :( selain serial Joshua's File, 2013 saya menamatkan serial Man of the Universe a.k.a Fifty Shades yang fenomenal itu. Saking fenomenalnya bela-belain namatin ebook-nya (print outnya mahal boookkk, belum ada terjemahan soalnya duh). Semoga tahun ini bacanya tambah banyak.





What i see

Saya kebanyakan menonton serial tv tahun lalu ketimbang menonton film.

Ada The Big Bang Theory yang kocaknya Masya Allah. Secara akademis empat pria di kiri ini jenius. Secara peruntungan belum tentu. Nonton terus-terus dari season awal hingga season 6 - sedang menanti season 7.

Game of Thrones serial yang bisa saya katakan bagus banget. Intinya? Rebutan jadi raja! Manusia itu narsistik dan haus kekuasaan. Meskipun segala tokoh kesayangan udah mati semua, serial ini tetap layak dinanti. Maret tahun ini season keempatnya tayang (semoga).

Glee Season 5, Penonton setia Glee dari tahun 2009. Tahun lalu dikabarkan mas Cory, yang jadi Finn meninggal itu rasanya saya patah hati beraaatttt.

Glee season 4, awal 2013 serial ini jadi konsumsi tiap minggu. Ceritanya makin pelik saat Rachel pindah ke New York dan ketemu karakter baru.


For the feature film everyone, i did see these. Selain yang ditonton di festival film atau di laptop (yang pernah saya bahas di posting sebelumnya) film-film di sebelah kanan ini saya tonton di bioskop (kecuali Stoker). Frozen, Monster University, Catching fire, dan Epic are the most i enjoyed. Sedangkan Mortal Instruments, Oz the Great and Powerful, dan After Earth are the most dissapointing. Gak jelek si, tapi mengecewakan. Bagaimana dengan Conjuring, bagus juga SERAM! Despicable Me 2 nontonnya bareng anak-anak hipster yang super berisik jadi agak kurang enjoy nontonnya. The Croods biasa biasa saja si. Lalu Gravity sukses bikin saya sakit kepala efek 3D-nya. Stoker? I don't know i just can't decide, but i love what i saw ...








Baca, lihat, dengarlah yang baik-baik. Pikirmu akan baik. Lisanmu pun akan baik. semoga
and even you just can't find the good in your opinion just remember, every cloud has a silver lining














Kamis, 02 Januari 2014

2014

Have no chance to say goodbye to 2013 - via this blog. Pergantian tahun juga sepertinya biasa saja. Menyusun harapan-rencana? Resolusi katanya. Takutnya kalau buat resolusi dan dibagikan ke media sosial pribadi - malah gak kesampaian. Malah nanti menganggap kalau sudah posting di akun jaringan sosial setengah dari niat itu terlaksana. Aneh sekali. Semoga tahun ini tetap diberi kesehatan dan rezeki yang lancar amin. Rencananya si bulan januari ini saya berniat menghentikan konsumsi minuman dengan gula tambahan. Apakah ini resolusi - mungkin saja, tapi ini baru dua hari - saya belum bisa omong apa-apa :D

Apakah resolusi kalian tahun ini? Semoga bukan hanya sekadar resolusi yang dibagi via media sosial yah, kemudian dilupakan. Namun ada pula orang-orang yang membagikan rencana-impiannya sebagai penyemangat dia untuk merealisasikannya?  Di titik ini saya bukanlah perencana hidup yang baik. Terkadang masih bingung juga beberapa tahun kemudian apa yang akan saya lakukan. Saya masih bersandar pada... yah lihat nanti. Terkadang saya ... gamang.

tapi biasanya saya pengambil keputusan yang cepat (yang berusaha) konsisten. Untungnya. well, this is the new year, we better off cheer up and have fun with life :D

oh, iya baru-baru ini menonton filmuntuk merayakan tahun baru
cukup menyenangkan filmnya. Cerita tentang sekelompok pramugara yang berupaya mengalihkan perhatian penumpang pesawat terbang yang dalam keadaan gawat darurat.

Minggu, 08 Desember 2013

Tolonglah, penonton bioskop...

Akhir tahun, banyak festival film diadakan di kota-kota besar di Indonesia, sebutlah JIFFEST, JAFF, FFI, JAFF, Festival Sinema Prancis, FFD, dan kawan-kawan, dan sebagainya, dan seterusnya. Banyaknya seponsor membuat festival ini gak underground lagi, tapi muncul di bioskop komersial (jaringan twentiwan red.). Nah mungkin ocehan saya kali ini nyambung sama euforia suasana menonton ini.

Sebagai manusia penonton yang berbudaya tenggang rasa, simpati, dan empati (semoga) hendaknya sebelum lampu studio teater dipadamkan kita penonton yang berbudaya ini sudah membuka segala bungkus plastik cemilan kita dan mengeset ponsel menjadi mode diam/getar (atau di-nonaktifkan sekalian). Sehingga setelah lampu teater dipadamkan tidak terdengar lagi suara kresek-kresek plastik cemilan kita. FOKUSLAH KE LAYAR STUDIO jangan layar ponsel sebelum lampu teater menyala kembali. Seberapa pun inginnya hasrat kita untuk mengecek album foto, pesan-pesan kekasih yang membikin senyum-senyum sendiri, atau kegiatan lain yang tak penting yang merupakan pengusir kepenatan di dalam teater. Jika merasa ponselmu bergetar jangan percaya, mungkin itu hanya halusinasi--akibat  kecanduan ponselmu kamu sering merasakan getar ponsel seolah ada pesan yang nyatanya tidak--jadi TAHAN DIRI untuk menyalakan ponsel. 

TAHAN LIDAH untuk menyatakan seluruh emosi dan perasaanmu tentang segala yang tampil di layar studio. Karena sungguh kita bukan kritikus film yang terlalu mumpuni untuk mencaci, lagipula jika kita menyemangati pemeran di layar untuk bersembunyi dari kejaran pembunuh mereka tak akan dengar. Lagipula kita menonton bersama dengan banyak orang lain yang sangat terganggu dengan celotehan komentar yang tidak penting.
PS. tolong setelah menonton hindarilah komentar "UDAH GINI DOANG?" atau "GAK MASUK AKAL NIH" karena dengan demikian kita menyianyiakan beberapa puluh ribu rupiah uang kita dan memubazirkan waktu kita, kenapa repot ke bioskop jika kita gak rela "diperdaya" gambar bergerak?
PPS. komentar tersebut menunjukkan kita manusia penonton yang malas berpikir, tidak kreatif, dan kurang wawasan, oke, jadi tahanlah diri sebaik-baiknya.

POPCORN/CIKI/MINUMAN RINGAN sudah cukup gak perlu makan mie goreng/bakso/somay/kolak duren ke dalam teater. Di bagian klimaks kamu sudah cukup tegang untuk makan. Lagipula aromanyaaaaaa..... ingat kan anjuran tetangga yang mencium bau masakan kita juga harus kedapatan makanannya, nah di teater tetangga kita banyak ruangan teater juga berpendingin udara, apa perasaan?

TONTONLAH FILM SESUAI USIA, bagi yang berniat membawa serta adik kecil, ponakan, atau anak tercinta pilihlah film yang sesuai. RAJINLAH MELAKUKAN RISET sebelum menonton. Kita biasa berurusan dengan internet, jadi lakukan riset untuk mengetahui secuil tentang film yang akan ditonton bersama anak-anak. Atau kita sudah merasa dewasa dan bisa menonton segala jenis film MENONTONLAH DENGAN ELEGAN hindari sikap norak, jangan tiap lihat adegan ciuman/pelukan/sanggama tiba-tiba meniru suara primata kebun binatang dan berseru-seru menutupi rasa jengah.

ANTRE, bukan hanya di bioskop. Di manapun kita harus antre. Hal yang bisa menandakan kita berbudaya atau gak.

terakhir, TONTONLAH FILM YANG INGIN ANDA TONTON, bukan film yang "lagi ngetren" "kata orang bagus" sekali lagi RISET bisa menentukan kita ingin nonton atau enggak. Jangan "nonton karena semua teman nonton, kalo gak nonton nanti dibilang gak gaul." Tiket nonton itu bisa buat makan tiga kali bagi anak kos, jadi pilih dengan bijak kecuali kamu bersinnya duit yah terserah si. Lagipula, idup berdasarkan standar dan penilaian orang lain melelahkan.

sudah kah? ada masukan lain? Intinya, bertenggang rasalah, tunjukkan kalau penonton Indonesia itu berbudaya. :D Selamat menonton.
beberapa film yang saya tonton, empat yang terakhir saya tonton di rangkaian acara festival film.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Sabtu, 17 Syawal 1434 H

Menurut kalender kantor demikian.
keluhan hari-hari ini masih sama. Mata agak perih menatap layar komputer terlalu lama. Dan pikiran yang agak stres menyikapi garis mati yang kian mendekat.
sembilan jam di waktu matahari menari menatap komputer
beberapa jam lagi di sarang sendiri ketika bintang-bintang musim kemarau muncul dan angin dingin bertiup menatap komputer, (entah main Candy Crush - atau menatap Ms.Word lagi)
lalu tidur -
esok harinya begitu lagi.
begitu lagi dan lagi

dan hari sabtu bukanlah hari libur.

sedih.

dan diperpanjang sampai akhir tahun 2013

sedih sedih

Tetap harus bersyukur, Alhamdulillah

what's new?
nyaris tidak begitu semangat untuk menulis :(

semoga selalu diberi kesehatan - dalam waktu dekat akan menulis kembali, semoga :)

Minggu, 30 Juni 2013

Juni Segera Berakhir

there is no such "hari kejepit" sampai bulan Agustus - i guess,
menyoal tonton menonton film - saya ke bioskop baru untuk menonton Epic - After Earth - Monster University dan nonton film yang diputar si German Cinema Film Festival, hooo - sedang malas me-review ....

kurang produktif ya - lebih banyak menghabiskan waktu di kantor di depan layar nih - kurang penyegaran :P (biasanya juga main game terus) ahahahha ...

well Juli akan segera datang - ramadan akan segera datang - welcome radang tenggorokan :)

aku ingin pulang.

banyak rencana yang belum terlaksana
banyak ide yang belum terealisasikan hope this july lebih bisa disiplin huuuoooo